Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2015

Upacara Adat Ngaben, Tradisi Umat Hindu di Bali

Gambar
Upacara Adat Ngaben, Tradisi Umat Hindu di Bali   Ngaben merupakan upacara kremasi atau pembakaran jenazah di Bali, Indonesia. Upacara adat Ngaben merupakan sebuah ritual yang dilakukan untuk mengirim jenazah pada kehidupan mendatang. Dalam upacara ini, jenazah diletakkan dengan posisi seperti orang tidur. Keluarga yang ditinggalkan pun akan beranggapan bahwa orang yang meninggal tersebut sedang tertidur. Dalam upacara ini, tidak ada air mata karena mereka menganggap bahwa jenazah hanya tidak ada untuk sementara waktu dan menjalani reinkarnasi atau akan menemukan peristirahatan terakhir di Moksha yaitu suatu keadaan dimana jiwa telah bebas dari reinkarnasi dan roda kematian. Upacara ngaben ini juga menjadi simbol untuk menyucikan roh orang yang telah meninggal. Dalam ajaran agama Hindu, jasad manusia terdiri dari badan halus (roh atau atma) dan badan kasar (fis...

Tradisi Sekaten Keraton Kasunanan Surakarta

Gambar
Tradisi Sekaten Keraton Kasunanan Surakarta Sekaten adalah salah satu tradisi Keraton Surakarta yang paling dikenal dan ditunggu kehadirannya setiap tahun. Tradisi yang telah digelar sejak era raja-raja terdahulu sejatinya adalah sebuah upacara peringatan lahirnya Nabi Muhammad SAW yang dianggap sebagai tuntunan bagi umat manusia. Nama tradisi ini berasal dari kata dalam Bahasa Arab, Syahadatain , (dua kalimat Syahadat , yakni persaksian umat Islam bahwa Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah Utusan Allah), rutin diselenggarakan oleh pihak Keraton menjelang hari perayaan lahirnya Sang Penuntun. Yaitu menjelang Maulid Nabi atau menjelang tanggal 12 bulan Rabiul Awal (Hijrah) atau 12 bulan Mulud (Jawa) . Mulainya tradisi Sekaten ditandai dengan dikeluarkannya dua gamelan pusaka Keraton yaitu, gamelan Kyai Guntur Madu dan gamelan Kyai Guntur Sari . Kedua gamelan pusaka Keraton ini nantinya akan ditata di Bangsal Pagongan , Masjid Agung Surakar...
Gambar
Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta Di Malam 1 Suro Bisa dibilang upacara adat yang satu ini adalah upacara adat terbesar dan paling meriah yang digelar oleh Keraton Kasunanan Surakarta dalam satu tahun. Selain banyaknya peserta yang terlibat dalam upacara yang berupa kirab pusaka ini, ribuan warga juga selalu memadati jalanan, rute kurang lebih 5 km, yang dilalui peserta kirab. Upacara ini sering disebut dengan Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta yang digelar setiap malam 1 Suro atau 1 Muharram . Tradisi kirab pusaka yang digelar memperingati pergantian tahun dalam kalender Jawa atau juga Islam ini juga sering disebut dengan Kirab Pusaka Malam 1 Suro . Dan karena selalu melibatkan kerbau albino koleksi keraton maka nama Kirab Kebo Bule , kirab kerbau albino, juga sering digunakan untuk menyebut upacara yang selalu dimulai dari jam 0:00 tersebut. Tradisi Keraton Surakarta pada malam 1 Suro ini sudah digelar sejak ratusan tahun. Dan selama itu...